Sabtu, 23 Maret 2013

~ Puncak - "Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?? ~


Assalamu'alaikum wr.wb..


"Fabiayyi 'alaa irobbikuma tukadzibaan.."
-Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?? -


...ya, nikmat mana lagi yang saya dustakan??

Bercerita tentang moment beberapa waktu lalu ketika alhamdulillah Alloh memberikan kesempatan sehingga rencana saya dalam list 2013 resmi tercoret.. (n.n)


Semarang, 11 - 12 Maret 2013 - Puncak Ungaran - sekitar pukul 02.30 WIB















Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan ??
Ketika aku memandang ke atas raga,
Aku bersyukur mata ini masih jernih memandang alam raya..
Menikmati hamparan lukisan alam-Nya dari puncak sang arga..
Sungguh begitu mempesona..

Ketika aku memandang ke bawah tempat manusia berada..
Aku bersyukur mata ini masih terpesona memandang seribu butiran cahaya..
Menikmati lautan imitasi rasi bintang alam semesta..
Sungguh begitu terlena..

"Ya Rabbi, terimakasih atas karunia indera penglihatan yang telah Engkau berikan dan titipkan kepada kami.."



Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan ??
Sesungguhnya aku telah terengah - engah..
Wajahku merona merah..
Tanda sebenarnya sudah tak kuat melangkah..
Namun raga boleh kalah, namun sugesti tak akan menyerah..
Nafas dari-Nya tak membiarkanku pasrah..
Harum aroma udara dan savana yang merekah..
Sejuk..sejuk..sejuk.. masuk ke dalam relung alveolus membuncah..

"Ya Rabbi, terimakasih atas karunia indera penghirup dan pencium yang telah Engkau berikan dan titipkan kepada kami.."



Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan ??
Kudengar bisik melankolis penghuni mungil sang wana..
Berderik mencoba manja menyapa..
Bukti ciptaan-Nya begitu nyata.. 

Kudengar denyut nadi menjalar hingga telinga..
Ketika terdengar pertanda lelahnya kardia..
Saat itu juga semangat sedikit berputus asa.. 

Kudengar gemericik air murni penuh nada.. 
Asa pun kembali bertenaga..
Untuk setidaknya melepas dahaga..

"Ya Rabbi, terimakasih atas karunia indera pendengar yang telah Engkau berikan dan titipkan kepada kami.."



Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan ??
Manusia berkata bahwa ini malam..
Langkah kami hanya ditemani cahaya temaram..
DINGIN-nya menembus tengkuk..
Tak terkira menjalar hingga rusuk..

Manusia berkata bahwa ini pagi..
Telah tiba saatnya menyambut mentari..
PANAS-nya tak pernah sebegini terik..
Hangat matahari terbit menyihir tak ingin berbalik..

"Ya Rabbi, terimakasih atas karunia indera peraba dan perasa yang telah Engkau berikan dan titipkan kepada kami.."



Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan ??
Bersama jendela hati, lisan dari-Mu tak berhenti memuji.. 
Bersama nafas, lisan dari-Mu tak berhenti berlafadz.. 
Bersama pendengar, lisan dari-Mu tak mungkin bersyukur hanya samar..
Bersama roma dan ubun, lisan dari-Mu tak berhenti memohon ampun.. 

"Ya Rabbi, terimakasih atas karunia indera pengucap yang telah Engkau berikan dan titipkan kepada kami.."



Sesungguhnya tidak hanya ini saja nikmat Alloh yang harus kita syukuri, karena....

"Dan jika kamu menghitung - hitung nikmat Alloh, niscaya kamu tak dapat menghitung jumlahnya.. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. "
(QS. An Nahl : 18)


Aku belajar untuk selalu menunduk dan merunduk ketika ingin mencapai dan telah mencapai puncak..
dan aku belajar untuk tetap tegak berdiri ketika aku sedang turun dari nikmatnya berada di puncak..







Wassalamu'alaikum wr.wb.. (^.^)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar